Rachel Amanda Merasakannya di Umur Belasan Quarter Life Crisis Biasa Dialami umur 20 Tahun menuju Atas

Rachel Amanda Merasakannya di Umur Belasan Quarter Life Crisis Biasa Dialami umur 20 Tahun menuju Atas

Aktris muda Rachel Amanda menceritakan pengalamannya pernah merasakan quarter life crisis di usia belasan tahun. Apa Itu quarter life crisis? Ini adalah masa dimana seseorang yang sudah memasuki usia 25 tahunan mempertanyakan tentang hidupnya dan merasa cemas tentang karier dan kehidupan di masa mendatang. Di masa puncak kedewasaan ini, orang mulai meninjau lagi masa lalu, apa yang sudah ia lakukan dan mengevaluasinya untuk kehidupan masa mendatang.

Nah, Rachel Amanda justru mengalamainya di usia lebih muda yakni belasan tahun tepatnya 18 tahun. Rachel mengaku saat itu tak tahu apakah yang ia alami adalah quarter life crisis atau hanya kegalauan biasa. Sebab sepengetahuan Manda, quarter life crisis terjadi di usia 20 tahun ke atas.

Saat itu, Manda yang masih remaja mengaku merasakan banyak kegelisahan dan kegundahan dalam dirinya karena berbagai hal. "Mungkin sebelumnya, aku tuh nggak sadar dan nggak melebeli aku lagi mengalami crisis, atau lebih ke nggak tahu yaa. Tapi rasayaknya kayak 'gua ko banyak kecemasan dan banyak pertimbangan di banyak hal," ucap Rachel Amanda dalam siaran live Instagram beberapa waktu lalu. "Terus karena namanya quarter life crisis dan terkenal di usia 20 tahunan aku ko merasa itu lebih awal di aku. Mungkin karena aku kerja dari kecil yaa, jadi aku merasa bener bener crisis di usia 18 tahun," bebernya.

Memasuki usia remaja Rachel Amanda mengaku memang sudah ada banyak hal yang ia pikirkan. Terutama dalam urusan karir. Di usia tersebutlah Manda mulai memikirkan untuk beralih dari industri sinetron yang membesarkan namanya ke industti film seperti saat ini. "Waktu itu memang aku cukup banyak yang dipikirkan, terutama dalam karir aku dilema aku mau kemana," ujarnya.

"Aku kan cukup lama di sinetron tv, aku mikir nyaman sih di tv tapi kalo di sini aja kayak stuck dan gak akan berkembang. Tapi untuk anak usia 18 tahun tuh bayak banget masukan sana sini yang justru bikin galau," bebernya. Rachel Amanda dikenal dengan berbagai judul sinetron yang ia bintangi sejak masih kecil. Memasuki usia remaja, Manda mulai menjajal suatu hal baru yakni sebagai aktris. Karirnya pun terbilang mulus, aktingnya banyak menuai pujian khususnya di film terakhirnya yakni "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini".

Manda menceritakan bahwa crisisnya itu terjadi karena beberapa faktor. Dua hal yang paling bepengaruh pada kondisi batinnya saat itu adalah masalah perkuliahan dan karir. Rachel Amanda yang sempat merasa salah masuk jurusan perkuliahan sempat merasa gelisah karena ingin pindah jurusan.

Sebelum lulus sebagai sarjana psikologi Manda sempat menempuh pendidikan di fakultas kesehatan masyarakat. "Aku sempet masuk jurusan kuliah yang beda sama sekarang, sempet pengen jadi dokter tapi gak keterima akhirnya masuk kesehatan masyarakat terus ada masanya 6 bulan aku kuliah nangis terus," beber Rachel Amanda dalam siaran live Instagram, beberapa waktu lalu. "Aku merasa kalau aku tuh nggak cocok di sini dan di dunia kedokteran karena belajarnya bareng sama anak kedokteran jadi tau gimana mereka belajar. Ternyata aku sadar kalau aku tuh bosenan dan gak bisa dengan pola belajar kayak gitu," ujar Sara.

Akhirnya Manda memutuskn untuk mengikuti SBMPTN untuk memulai kuliah lagi di fakultas psikologi, namun tetap bisa tetap berkuliah di kampus yang sama. "Akhirnya ngerasa harus SBMPTN lagi. Tapi terus urusin karir juga rasanya tuh mau pecah saat itu," ungkapnya. Puncak crisis yang ia alami adalah saat memasuki usia 18 tahun. Karena saat itu ia baru saja memilih untuk meninggalkan dunia sinetron dan mulai masuk ke industri film

"Puncaknya menurut aku di usia 18 itu. Karena aku memulai kerja baru. Aku juga mikir gimana aku mempengauhi orang yang kerja ikut sama aku," kata Manda. "Akumikir untuk oindah ke film tapi saat itu gak segampang itu untuk pindah dari tv ke film," jelasnya.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )