Perhatikan Part-part Berikut Tips Penanganan Awal Perbaiki Mobil Setelah Terendam Banjir

Perhatikan Part-part Berikut Tips Penanganan Awal Perbaiki Mobil Setelah Terendam Banjir

Inilah beberapa kerusakan pada mobil yang diakibatkan oleh terendam banjir dan biaya perbaikannya. Beberapa hari lalu Jakarta dan sekitarnya tengah dilanda banjir yang diakibatkan oleh hujan yang sangat deras. Hujan kala itu sangat deran dan berdurasi cukup lama.

Hal tersebut yang membuat Jabodetabek tergenang air cokelat dan memiliki arus yang deras. Terlihat banyak kendaraan motor maupun mobil yang terendam air banjir tersebut. Tak hanya terendam, banyak mobil yang hanyut oleh arus air yang cukup deras.

Mobil yang terendam banjir pastinya akan mengalami permasalahan di bagian mesin maupun bodi dan interiornya. Dilansir dari Kompas.com, jika mobil terendam banjir cukup lama, disarankan tidak menyimpan kendaraan tersebut dirumah sementara waktu. Sebab jika ditinggal lama, kerusakan yang terjadi relatif besar dan menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Bila banjir merendam mobil hingga sampai bagian mesin, masalah yang umum ditemukan yakni rusaknya Electronic Control Unit (ECU). Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Service Manager Bengkel Auto2000 GDC Depok Deni Andrian. Pasalnya, ECU merupakan perangat layaknya otak pada kendaraan seperti mobil dan lain sebagainya.

Alat ini memiliki beberapa peran dalam mesin kendaraan. ECU mengatur pengapian dan suplai bahan bakar ke mesin. Jika ECU korslet, biaya yang dikeluarkan pun cukup besar.

Deni mencontohkan untuk ECU Toyota Avanza harganya bisa mencapai Rp 12 juta. "ECU nya saja untuk Avanza bisa Rp 12 juta," kata Deni kepada Kompas.com. Adapun kerusakan pada mobil yang memiliki biaya reparasi hingga puluhan juta rupiah.

Biaya reparasi hingga mencapai puluhan juta rupiah jika mobil mengalami water hammer. Water hammer merupakan kondisi dimana mesin mobil atau ruang pembakaran mobil kemasukan air. Air dapat masuk ke ruang pembakaran melalui filter mobil.

Jika ruang pembakaran telah kemasukan air, akan mengakibatkan stang piston bengkok. Bengkoknya stang piston ini juga berpotensi merusak komponen lainnya. Menurut Deni, kondisi akan lebih parah jika pergerakan piston tersebut menghantam blok mesin.

Sebab mengharuskan untuk mengganti mesin dengan yang baru. Total biaya ganti mesin ini cukup merogoh kantong cukup dalam yakni kisaran Rp 50 juta Rp 80 juta. Tak hanya biaya yang besar yang dapat merugikan, namun pergantian mesin ini memiliki waktu yang cukup lama.

Pasalnya, suku cadang yang dibutuhkan bukanlah suku cadang yang mudah dihadirkan dengan cepat. Disamping itu, pergantian mesin pun harus melalui proses pelaporan ke pihak kepolisian. Polisi harus mengecek nomor mesin guna mencegah mobil dianggap mobil curian karena berbeda dengan nomor mesin sebelumnya.

Dengan menghitung biaya yang cukup besar untuk biaya perbaikan, disarankan tidak menyimpan mobil bekas kebanjiran tersebut di garasi cukup lama. Namun ada langkah awal yang dapat kita lakukan untuk mengamankan mobil tersebut. Menurut Suparman, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso, Jakarta Utara yakni memutus arus kelistrikan mobil.

Lepaskan kabel yang terhubung pada aki di terminal plus. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah korsleting listrik. Jika mobil masih tergenang banjir, pindahkan mobil tersebut ke tempat yang telah surut atau yang tidak tergenang banjir.

Namun perlu diingat, jangan sekalipun mencoba menyalakan mobil saat memindahkannya. "Karena dengan menyalakan mesin sama saja memicu hubungan arus pendek pada sistem kelistrikan," kata Suparman kepada Kompas.com belum lama ini. Jika mobil dipaksa menyala setelah terendam air, ditakutkan ada air yang masuk dalam ruang pengapian dan akan mengakibatkan water hammer.

Sesuai penjelasan sebelumnya, water hammer akan merusak blok mesin dan dipastikan harus mengganti satu unit mesin tersebut. Suparman pun menyarankan jika mobil sudah terendam banjir langsung dibawa ke bengkel resmi. Pasalnya, butuh penanganan khusus untuk mobil yang terendam air atau banjir.

"Setelah itu, bisa langsung di bawa ke bengkel untuk di cek lebih lanjut, sebab penanganan mobil yang sudah terendam banjir tidak mudah," ujar Suparman. Itulah beberapa bagian yang dapat rusak parah saat mobil terendam banjir. Tak hanya rusak parah, memulihkan mobil yang terendam banjir pun membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama.

Demi keamanan dan kenyamanan, ikuti langkah tersebut dan langsung membawa mobil ke bengkel resmi terdekat.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )