VIRAL Pria Gunakan Bra sebagai Pengganti Masker Pelindung dari Kabut Asap, Masker Apa yang Tepat?

Foto pria yang menggunakan bra sebagai pengganti masker untuk melindungi diri dari kabut asap viral di pesan Whatsapp. Berdasarkan pesan siaran di Whatsapp, pria tersebut adalah seorang warga Malaysia. Foto yang tersebar menunjukkan, pria itu difoto separuh wajahnya yang ditutupi oleh satu sisi bra.

Bra yang dipakai pun dijepit oleh tali pengencang helm. Dilansir China Press , foto viral tersebut disebarkan dengan disertai kalimat " Kabutnya buruk. Jaga keamanan teman teman! Ingatlah untuk memakai pelindung. " Sementara cara tersebut dianggap sebagai gurauan atas antisipasi kabut asap, seorang warganet Twitter bernama @DrBeniRusani mengunggah gambar tentang masker.

Beni Rusani menjelaskan kepada warganet tentang masker mana yang tepat untuk melindungi pernapasan dan mana yang memiliki sedikit pengaruh. Penjelasan tersebut diunggah pada Jumat, (13/9/2019) silam. Dalam unggahannya, Beni Rusani menjelaskan sebagai berikut.

"Hai teman teman, 'masker bedah' tidak berhasil melawan kabut asap. Masker ini dirancang untuk tumpahan cairan & darah. Masker yang berfungsi adalah N95. Beri tahu keluarga & teman Anda. Memberitahu mantan Anda adalah pilihan ." Dilansir Kompas.com , masker N95 adalah masker yang mampu memfiltrasi partikel halus berukuran 0,5 2.5 mikron sampai dengan 95 persen.

"N artinya non oil based partikel (atau) partikel partikel yang tidak mengandung minyak. (Sedangkan) 95 artinya mampu filter partikel halus sampai dengan 95 persen," ujar Dr.dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia RSUP Persahabatan, saat dihubungi Kompas.com , Minggu (14/9/2019). Masker N95 direkomendasikan bagi orang yang harus beraktivitas di luar ruangan ketika polusi udara sudah masuk kategori Air Quality Index (AQI) tidak sehat atau sama hingga lebih dari 150. "(Ini direkomendasikan) baik pada polusi udara di perkotaan maupun karena asap kebakaran hutan, bila AQI sudah masuk tidak sehat," ujar dokter Agus.

Meski demikian, anak anak, ibu hamil, lansia dan pasien dengan penyakit jantung atau paru kronik tidak disarankan untuk menggunakan masker N95. Pasalnya, masker ini tidak nyaman untuk digunakan dan dapat menyebabkan tahanan dalam bernapas (breathing resistance). Harus digunakan secara benar

Jika digunakan secara benar, masker N95 bisa mengurangi gejala pernapasan yang timbul akibat pajanan asap kebakar. Namun, kuncinya adalah bila digunakan secara benar dengan melalui individual fit test. Sebaliknya, bila tidak digunakan dengan benar, manfaat perlindungan dari masker N95 tidak lebih baik dari masker bedah biasa.

Dikutip dari buku Pencegahan dan Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Asap Kebakaran Hutan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dengan dokter Agus sebagai penyusun pertama, berikut adalah cara penggunaan masker N95 yang benar: 1. Genggam respirator dengan satu tangan dan posisikan sisi depan bagian hidup pada ujung jari jari. Biarkan tali pengikat respirator menjuntai bebas di bawah tangan.

2. Posisikan respirator di bawah dagu dan sisi untuk hidung berada di atas. Tahan respirator dengan satu tangan dan tarik tali pengikat respirator yang bawah untuk diposisikan di bawah telinga. Tarik juga tali pengikat respirator yang atas dan posisikan tali agak tinggi di belakang kepala dan di atas telinga.

3. Letakkan jari jari kedua tangan di atas bagian hidung yang terbuat dari logam dan tekan sisi logam dengan dua jari dari masing masing tangan untuk menyesuaikannya dengan bentuk hidung Anda. Menekan hanya dengan satu tangan dapat mengakibatkan respirator bekerja kurang efektif. 4. Tutup bagian respirator dengan kedua tangan dan hati hati agar posisi respirator tidak berubah.

Periksa segel positif dengan menghembuskan napas kuat kuat. Tekanan positif di dalam respirator menandakan tidak adanya kebocoran. Namun, bila terasa airan udara di muka atau mata, maka masih ada kebocoran pada penggunaan respirator.

Untuk itu, ulangi lagi uji kerapatan respirator hingga benar benar tertutup rapat dan tidak ada kebocoran. Periksa juga segel negatif dengan menarik napas dalam dalam. Bila tidak ada kebocoran, maka tekanan negatif di dalam respirator akan membuat respirator menempel di wajah.

Kebocoran bisa menyebabkan hilangnya tekanan negatif di dalam respirator dan membuat udara bisa masuk melalui celah celah segelnya. 5. Penggunaan respirator partikulat tidak boleh melebihi delapan jam. Jika sudah melebihi batas waktunya, maka respirator harus diganti dengan yang baru.

Bila sudah selesai menggunakannya, buanglah respirator ke tempat sampah yang sudah disediakan (tempat sampah tertutup).

Viral Emak-emak Adu Mulut di Hajatan Ternyata Adegan Iklan Bumbu Masakan

Beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan dengan sebuah video yang memuat adegan dua orang ibu ibu berebut masakan rendang pada sebuah hajatan. Video ini banyak diunggah di akun akun Instagram, salah satunya akun @gak_kepikiran_. Netizen pun dengan cepat memberikan komentar atas apa yang dilihatnya. Sebagian dari mereka heran dengan kejadian itu, mengapa hanya karena rendang dua orang bisa bertengkar di hadapan umum. Sebagian yang lain melihat kejanggalan, salah satu ibu ibu dalam video familiar dikenal sebagai pemeran sinetron dan iklan.

"Gaess..gaess..adegan ini ntar keluar ditipi ..di iklan bumbu masak(rahasia) ..krn ini bagian dr acting,” tulis @rini_paramaratu berkomentar. Tak hanya itu, beberapa pembaca juga sempat memberikan komentar pada pemberitaan sebelumnya mengenai video ini. "Aku nggak yakin kalau itu iklan, masalahnya kalau itu iklan yang diiklankan kok nggak dimunculin," ujar akun Soeprapto Prapto. Pesan WhatsApp yang beredar tentang video berebut rendang yang sempat viral(WhatsApp) Bahkan terdengar pula selentingan bahwa video itu adalah bagian dari sebuah iklan produk bumbu masakan.

“Iklan Sasa Rendang. Nanti katanya ada peran koki yang ngelerai mereka ngasih bungkus Sasa Rendang. Gilee udah viral loh itu, berhasil tuh Sasa,” kata salah satu sumber dari pesan WhatsApp yang kemudian tersebar luas. Mencoba mengetahui kebenarannya, Redaksi mencoba menghubungi PT Sasa Inti sebagai produsen dari produk yang disebutkan. Pertama kali dihubungi, Selasa (17/9/2019). General Manager Marketing PT Sasa Inti Albert Dinata tidak memberikan jawaban pasti. “Dapat info dari siapa selentingannya?” respons Albert atas kabar terlibatnya Sasa dalam video yang viral tersebut.

Selanjutnya, Albert juga meminta kami untuk menunggu video ini secara utuh ditampilkan ke publik. “Nanti dilihat ya reveal nya yang lebih seru,” ujar Albert. Dari sini kecenderungan bahwa video ini merupakan bagian dari iklan semakin terasa benar adanya.

Tak lama, Rabu (18/9/2019) sore, Albert menginformasikan video yang ia maksud sebelumnya sudah resmi ditayangkan. Dan berikut ini adalah versi utuh dari video tersebut, diambil dari Instagram @kreasisasa.

Maskapai Milik Lion Air Group Akui Adanya Kebocoran Data Pribadi Penumpang

Malindo Air, member dari Lion Air Group buka suara seputar kabar data penumpang yang bocor. Malindo Air mengakui kemungkinansejumlahdata pribadi penumpang disimpan (hosted on) di lingkungan berbasis telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. "Tim internal Malindo Air bersama penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e commerce saat ini sedang menyelidiki atas hal tersebut," tulis PR & Communications Department, Malindo Air Andrea Liong dalam keterangannya, Rabu (18/9/2019).

Dia melanjurkan, Malindo Air bekerja sama dengan konsultancybercrime independen, melaporkan kejadian ini dan untuk proses penyelidikan. "Malindo Air sudah mengambil dan melakukan langkah langkah tepat dalam memastikan agar data penumpang tidak terganggu, sesuai Undang Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia 2010 (Malaysian Personal Data Protection Act 2010)," jelasnya. Dalam kaitan tersebut, Malindo Air menyatakan tidak menyimpan rincian pembayaran setiap penumpang atau pelanggan di dalam server.

Perseroan juga mematuhi ketentuan Standar Kartu Pembayaran Industri dan Standar Keamanan Data (Payment Card Industry/ PCI Data Security Standard/ DSS). Malindo Air dalam menjalankan bisnis dan operasional patuh terhadap semua aturan, kebijakan, ketentuan dari berbagai otoritas baik lokal maupun luar negeri (internasional) termasuk CyberSecurity Malaysia. Untuk tindakan pencegahan, maskapai mengimbau dan menyarankan kepada seluruh penumpang atau pelanggan yang memiliki akun Malindo Miles segera mengubah kata sandi (to change their passwords) jika kata sandi digunakan sama pada layanan yang lain secara online.

"Malindo Air akan terus memberikan keterangan lebih lanjut melalui website, seluler(mobile) dan media sosial," kata dia. Sebelumnya, puluhan juta rekam data penumpang dari maskapai di bawah Lion AirGroup disinyalir bocor dan beredar di forum pertukaran data selama setidaknya satu bulan terakhir. Bleepingcomputer.com memberitakan, informasi tersebut tersimpan dalam di bucket Amazon.

Data data yang bocor tersebut termasuk nama penumpang dan nomor reservasi, alamat, nomor telepon, alamat email, tanggal lahir, nomor handphone, nomor paspor hingga tanggal kadaluarsa paspor.

PBNU: Jangan Sampai Kenaikan Cukai Rokok Merugikan Petani dan Masyarakat Kecil

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menentang rencana pemerintah menaikkan tarif cukai rokok menjadi 23% dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35% mulai tahun depan. Wakil Ketua Umum PBNU Mochammad Maksum Mahfoedz meminta pemerintah mempertimbangkan keputusan tersebut, mengingat dampak negatif bagi petani tembakau dan juga buruh pabrik tembakau. “Jika ada pihak pihak yang terdzalimi akibat kenaikan cukai tembakau, maka mereka tidak lain adalah petani dan buruh tani yang notabene masyarakat kecil, khususnya Nahdliyin, dan bukan perusahaan. Para petani dan buruh tani adalah korban kedzaliman,” kata Maksum dalam keterangan resmi, Selasa (17/9).

Menurut PBNU, pemerintah banyak membuat regulasi tentang rokok, mulai Undang Undang, Peraturan Pemerintah, sampai Peraturan Daerah. Regulasi regulasi tersebut, dinilai Maksum, arahnya mendiskriminasi keberadaan industri hasil tembakau (IHT). “Pada intinya, peraturan dari hulu sampai hilir tidak ada yang memihak petani. Produksi pasti akan sangat mahal, para petani menghadapi pasar monopsoni, dan semua tunjangan tidak pernah menyentuh petani tembakau,” katanya. PBNU juga menyoroti rencana pemerintah menerapkan kebijakan simplifikasi (penyederhanaan) tarif cukai hasil tembakau. Maksum mewanti wanti agar pemerintah bijak dan adil terkait kebijakan penggabungan batasan produksi dan penyederhanaan tarif cukai tembakau.

Berita ini tayang di Kontan dengan judul:

Makin Tua, Cut Keke Rajin Perawatan Muka

Artis peran Cut Zudiake atau Cut Keke tetap awet muda dan cantik meski usianya sudah memasuki 45 tahun. Menurut Cut Keke, salah satu kuncinya adalah rutin melakukan perawatan. "Sebenarnya dari dulu suka perawatan, tapi enggak sesering sekarang. Begitu aku masuk usia 40 lebih, itu berasa harus perawatan lebih rutin buat muka," ucap Cut Keke saat ditemui di salah satu klinik kecantikan di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).

Cut Keke mengatakan, rutinnya perawatan yang ia lakukan merupakan bentuk pencegahan sebelum terjadi penuaan dini. "Karena kalau sudah berkerut itu susah. Jadi lebih baik menjaga daripada sudah rusak banget jadi susah. Aku lebih baik menjaga dulu," ujarnya. Istri Malik Bawazier ini mengaku saat ini ia telah mengalami beberapa persoalan pada kulit wajah.

"Yang aku berasa, bruntusan di muka.Itu kalau sudah makeup setiap hari di lokasi syuting. Kan usia 40 itu berasa turun. Itu kan perlu dinaikkan dan dikencangkan. Kadang chubby juga itu ada perawatannya khusus," tutur Cut Keke. Cut Keke menambahkan, pada dasarnya ia tak khawatir pada penuaan dini. Menurut Keke, hal itu amatlah wajar, namun sebagai seorang perempuan sangat penting untuk menjaga kecantikan. "Oh enggak sih, kalau kerutan tidak mungkin dihindari. Tapi dikurangi, jangan tambah banyak. Itu enggak mungkin kita maksudnya mau menghilangkan, itu operasi kali ya ha ha ha," ucapnya.

"Setidaknya aku mengurangi, jangan sampai dengan kegiatan aku yang pergi pagi pulang malam, kurang tidur, jangan sampai kita itu enggak perawatan, karena saat itu kita malah kelihatan lusuh. Jadi bagaimana ya penampilan tetap nomor satu dengan pekerjaan kita yang cukup melelahkan. Jadi harus balance," sambungnya.

Varian Baru Suzuki Nex II Dikaruniai Kaki-kaki Kekar dan Ban Pacul

Suzuki resmi merilis varian baru untuk skutiknya, SuzukiNex II. Kali ini Suzuki 'mendanani'Nex IIdengan memberikan kaki kaki yang lebih kekar. Varian terbaru yang oleh Suzuki disebut sebagaiNex IICross ini dibekali dengan ban dual purpose yang memiliki kembangan ala motor off road. Ban berjenis tubeless ini punya ukuran 80/90 14 depan, dan 90/90 14 belakang.

Dengan ban baru ini tentunyaNex IIjadi lebih siap nih buat diajak menjelajah ke medan medan off road ringan. Ada dua tipe yang disiapkan untuk varian ini yakniNex IICross Standard Version danNex IICross Accessories Version. Pada Accessories Version, SuzukiNEX IICross mendapat tambahan fitur aksesoris antara lain LED Headlight, USB Charger, Meter Visor, Cover Muffler serta Rim Decal.

Sedangkan Standard Version merupakan versi tanpa aksesori yang lebih hemat dan praktis untuk digunakan sehari hari. Berpatokan pada harga on the road DKI Jakarta, SuzukiNEX IICross Accessories Version ditawarkan dengan harga Rp 16.100.000. Sementara untuk SuzukiNEX IIStandard Version harganya Rp 15.400.000.

5 Negara yang Paling Banyak Dicari Traveler Dunia, Adakah Indonesia?

Setiap orang tentu memiliki bucket list destinasi liburan yang ingin dikunjungi. Biasanya sebelum menentukan destinasi yang akan dikunjungi, traveler akan mencari tahu apapun tentang destinasi tersebut. Manakah destinasi yang paling banyak dicari di dunia?

Travel Supermarket, situs perbandingan harga yang berbasis di Inggris, telah mengumpulkan berbagai data dengan bantuan Google untuk membuat peta interaktif, yang disebut Where The World Wants To Go On Holiday atau Tempat Dunia Ingin Pergi Berlibur. Dilansir dari Lonely Planet, peta tersebut menunjukkan negara mana yang paling dicari di seluruh dunia. Negara tersebut menjadi tujuan utama dan tempat orang akan terbang dalam sekejap jika diberi kesempatan.

Negara yang paling banyak dicari traveler melalui Google adalah Italia. Mayoritas traveler di seluruh dunia ingin mengunjungi Bel Paese untuk menikmati kota kota seni dan pemandangan yang indah. Wilayah Mediterania lainnya, Spanyol, menempati posisi kedua.

Sementara pada posisi ketiga negara yang paling banyak dicari adalah Australia. Yunani dan Prancis masing masing berada di peringkat empat dan lima. Jika dibuat daftar, berikut lima negara yang paling banyak dicari traveler dunia:

1. Italia 2. Spanyol 3. Australia

4. Yunani 5. Prancis Melihat dari peta yang dibuat Travel Supermarket, Italia banyak dicari oleh traveler dari AS, Rusia, dan China.

Spanyol banyak dipilih oleh orang orang di Inggris. Sementara itu, traveler di Australia dan Afrika Selatan mencari Maladewa. Orang orang di Uni Emirat Arab tertarik untuk mengunjungi India.

Booking.com, perusahaan penyedia layanan booking online, melakukan riset untuk mengetahui destinasi wisata yang paling disukai traveler Indonesia. Riset tersebut melibatkan 1.989 responden yang merupakan traveler asal Indonesia. Berikut 10 destinasi favorit traveler Indonesia berdasarkan riset yang dilakukan Booking.com:

1. Indonesia 2. Singapura 3. Malaysia

4. Macau 5. Hongkong 6. Jepang

7. China 8. Maldives 9. Nepal

10. Myanmar

Kini Ada Fitur Baru Google Photos, Mirip-mirip Instagram Stories

Ada yang baru di Google. Kini Google telah menambahkan fitur baru pada Google Photos yang diberi nama "Memories". Sesuai namanya, fitur ini untuk memudahkan pengguna menemukan foto kenangan yang diambil di hari yang sama setahun, dua tahun, tiga tahun, atau tahun tahun sebelumnya. Kurang lebih cara kerjanya mirip dengan fitur "Kenangan" di Instagram atau Snapchat. Tampilannya pun serupa dengan Instagram Stories di mana foto masa lalu muncul di atas layar dengan bingkai lingkaran.

Google menggunakanmachine learninguntuk memilah foto kenangan. Untuk melihat foto berikutnya geser kanan seperti saat hendak melihat Insatgram story teman. Menggeser ke arah kiri akan mengarahkan ke foto sebelumnya. Apabila ingin melihat semua foto di hari tersebut, klik titik tiga di pojok kanan atas. Fitur ini akan bergulir mulai hari ini di Android dan iOS. Kemungkinan, penyebarannya akan bertahap.

Foto foto kenangan ini hanya akan bisa dilihat oleh pengguna saja. Mereka bisa me,bagikannya di media sosial atau mencetaknya. Dalam beberapa bulan ke depan Google kabarnya akan membuat Photos menjadi aplikasi pesan instan. Sehingga, foto kenangan ini akan bisa dibagikan ke kerabat dekat dan membuahkan percakapan yang intens. Jika benar demikian, agaknya Google masih belum menyerah untuk membuat aplikasichatting. Sebelumnya, aplikasi pesan instan Google seperti Allo, Google Chat, dan Hangsout telah tutup usia karena sepi peminat.

Inilah fitur yang menjadi pembeda antara Google Photos dan media sosial lain saat ini termasuk Instagram dan Snapchat. Google menambahkan fitur khusus untuk memudahkan pengguna mencetak foto kenangan atau foto apapun yang tersimpan di Google Photos. Pengguna bisa langsung memesan ukuran foto yang ingin dicetak langsung melalui aplikasi.

Ada tiga opsi cetak foto yang tersedia yakni 8×8 inci dengan harga yang dipatok Google 19,99 dollar AS (Rp 280.000 an), 11 x 14 inci seharga 29,99 dollar AS (Rp 418.000 an), dan 16 x 20 inci seharga 44,99 dollar AS (Rp 630.000 an). Google bekerja sama dengan CVS Pharmacy dan Walmart di Amerika Serikat untuk menyediakan jasa cetak foto ini. Jadi pengguna yang telah memesan foto untuk dicetak bisa langsung mengambilnya di sana.

Untuk mencetak foto via aplikasi, pilih foto yang ingin dicetak, kemudian klik ikon titik tiga di pojok kanan atas, lantas pilih "order photo". Menurut aplikasi Google Photos, proses cetak ini akan memakan waktu 7 hingga 10 hari untuk pesanan reguler, dan apabila ingin dipercepat ada biaya tambahan yang akan dikenakan. Pengguna juga bisa langsung datang ke Walmart atau CVS Pharmacy, namun ukuran yang tersedia hanyalah 4 x 6 inci saja.

Keuntungannya, dengan datang langsung proses cetak jauh lebih cepat karena bisa dibawa pulang di hari yang sama. Pengguna yang memesan cetak foto via aplikasi akan menerima e mail untuk mengambil foto apabila hasilnya siap diambil. Harga cetak foto di Walmart dan CVS Pharmacy pun bisa naik karena pajak. Walmart akan menarik 25% lagi dan CVS Pharmacy 33%. Mereka pun menggunakan jenisprinterdan kertas yang berbeda.

CVS menggunakan kertas Kodak Moment yang lebih glossy dan memiliki saturasi warna foto lebih tinggi. Sementara Walmart menggunakan kertas Fujifilm yang berkilau di dalam warna matte. Jasa cetak foto ini akan dimulai pada 30 September mendatang. Belum diketahui apakah fitur cetak foto ini akan berlaku di luar AS atau tidak. Laporan: Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Ditjen Bea Cukai Pastikan Tarif Cukai Rokok Naik Mulai 1 Januari Tahun Depan

Mulai 1 Januari 2020, pemerintah menetapkan kenaikan tarif cukai dengan rata rata sekitar 23% dan menaikkan harga jual eceran atau harga banderol dengan rata rata sekitar 35%. Kenaikan tarif cukai rokok ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator terkait fungsi dari pungutan cukai hasil tembakau. Fungsi pengenaan cukai rokok adalah untuk pengendalian konsumsi rokok legal maupun ilegal, menjamin keberlangsungan industri dengan menjaga keseimbangan antara industri padat modal dan padat karya, dan untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan saat ini terdapat situasi dimana terjadi peningkatan prevalensi perokok secara global dari 32,8% menjadi 33,8%. Perokok pada usia anak dan remaja juga mengalami peningkatan dari 7,2% menjadi 9,1%, demikian halnya untuk perokok perempuan dari 1,3% menjadi 4,8%. Akan tetapi, Heru menyadari bahwa sektor cukai rokok ini banyak keterkaitannya dengan sektor lainnya yaitu industri, tenaga kerja, dan petani baik petani tembakau maupun cengkeh.

Karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan semua sektor di atasdalam mengambil kebijakan cukai hasil tembakau. Kata Heru kebijakan tarif cukai dan harga banderol tersebut telah mempertimbangkan beberapa hal, antara lain jenis hasil tembakau buatan mesin dan tangan, golongan pabrikan rokok besar, menengah, dan kecil. Kemudian jenis industri padat modal dan padat karya, asal bahan baku lokal dan impor.

Secara prinsip, besaran kenaikan tarif dan harga banderol dikenakan secara berjenjang dimana tarif dan harga banderol sigaret kretek tangan lebih rendah daripada sigaret kretek mesin dan sigaret putih mesin. “Untuk mengamankan kebijakan tersebut agar efektif di lapangan, pemerintah tetap dan terus berkomitmen untuk melakukan pengawasan dan penindakan atas pelanggaran di bidang cukai,” kata Heru dalam keterangan rilisnya, Jumat (13/9/2019). Berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga independen (UGM), dalam tiga tahun terakhir Bea dan Cukai berhasil menekan peredaran rokok ilegal dari 12,1% menjadi 7% di tahun 2018. Untuk tahun 2019 diperkirakan akan berhasil ditekan menjadi 3%.

Heru meramal dengan adanya kebijakan kenaikan cukai ini dimungkinkan akan berpotensi meningkatkan peredaran rokok ilegal. Karena itu, kata dia perlu penguatan sinergi dengan TNI, Polri, PPATK, dan aparat penegak hukum lainnya dalam mencegah tumbuhnya kembali peredaran rokok ilegal. Menurutnya, penindakan di bidang cukai yang lebih intensif ini, selain diharapkan mampu menekan jumlah peredaran rokok ilegal di masyarakat juga dapat memberikan kepastian berusaha industri hasil tembakau.

Hal ini bisa mengindarkan masyarakat dari risiko mengkonsumsi barang kena cukai ilegal, dan mencegah potensi kebocoran penerimaan negara dari peredaran rokok ilegal. Catatan saja, fungsi dari pungutan cukai hasil tembakau adalah untuk pengendalian konsumsi rokok legal maupun ilegal, menjamin keberlangsungan industri dengan menjaga keseimbangan antara industri padat modal dan padat karya, dan untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

Cerita Pemberantasan Korupsi Sejak Era Soekarno & Soeharto, Akankah KPK Mati di Era Jokowi?

Upaya pemberantasankorupsiyang di era ini dilakukan oleh Komisi PemberantasanKorupsi(KPK) sebenarnya sudah dimulai sejak awal berdirinya Republik. Sebelum ramai polemik revisi Undang undang KPK, sejarah mencatat aturan dan dasar hukum pemberantasan korupsi telah direvisi berkali kali.?? Dikutip dari buku KPK: Berdiri untuk Negeri (2019), pada tahun 1957 terbit Peraturan Penguasa Militer Nomor PRT/PM/06/1957.

Peraturan tentang pemberantasan korupsi itu dibuat atas keinginan penguasa militer saat itu, yakni Penguasa Militer Angkatan Darat dan Angkatan Laut. Ada dua peraturan lanjutan yang juga dibuat.?? Pemerintah juga mengesahkan Undang undang Nomor 74 tahun 1957 tentang Keadaan Bahaya. Undang undang itu menjadi dasar Orde Lama untuk membentuk Panitia Retooling Aparatur Negara (PARAN).

Ketuanya Jenderal AH Nasution dengan dua anggota yakni M Yamin dan Roeslan Abdulgani. Pada masa itu, militer memegang kekuasaan besar atas pengelolaan negara. Kekuasaan militer makin tak terkendali seiring dengan upaya militer mengambil alih aset perusahaan Belanda. Militer ikut melibatkan diri dalam bisnis dan kekuasaan. ??Banyak pejabat militer baik di tingkat pusat atau militer memperkaya diri.

Jenderal Nasution berusaha memberantasnya dengan mencopot mereka yang ketahuan.?? Pada 1959, Undang undang Keadaan Bahaya dicabut. Pemerintah menggantinya dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang undang Nomor 24/Prp/Tahun 1960 tentang Pengusutan, Penuntutan, dan Pemeriksaan Tindak Pidana Korupsi.?? Di tahun yang sama, Pemerintah membentuk Badan Pengawas Kegiatan Aparatur Negara (Bapekan) yang diketuai oleh Sultan Hamengkubuwono IX. ??

Dikutip dari Jangan Bunuh KPK (2016), Bapekan menyelesaikan 402 dari 912 aduan masyarakat seputar penyelewengan jabatan dan korupsi. Seperti KPK, Bapekan dipercaya masyarakat.?? Namun kala itu, situasi politik kacau. Kabinet dan perdana menteri digonta ganti dan konstitusi yang tak jelas. Ini membuat upaya pemberantasan korupsi terlupakan.??

PARAN dan Bapekan juga bersaing dan berseteru. PresidenSoekarnosampai harus mempertemukan pimpinan kedua lembaga itu agar berhenti bertikai dan membagi tugas.? Sayangnya, Bapekan tiba tiba dibubarkan oleh Sukarno setelah tiga tahun berdiri. Tak ada alasan jelas. Salah satu dugaan kuat, karena Bapekan menerima banyaknya aduan korupsi pembangunan Kompleks Gelora Bung Karno kebanggaan Sukarno.??

Masih di era Orde Lama, pada 1963 didirikan lembaga Operasi Budhi. Jenderal AH Nasution juga yang memimpin lembaga ini. Tugasnya, meneruskan kasus kasus korupsi perusahaan dan lembaga negara ke pengadilan.?? Kendati menyelamatkan uang negara hingga Rp 11 miliar, Operasi Budhi dibubarkan Soekarno hanya tiga bulan setelah didirikan. Alasannya, Operasi Budhi dianggap mengusik prestise Soekarno.?? Sebagai penggantinya, pada 1964, Soekarno mendirikan Komando Tertinggi Retooling Aparatur Revolusi (Kotrar) yang dipimpin Subandrio.

Sayangnya, lembaga ini pun tak bertahan lama karena setahun kemudian terjadi peristiwa G30S.?? Memasuki era Orde Baru, PresidenSoehartomembentuk Tim Pemberantasan Korupsi (TPK) di Kejaksaan Agung pada 1967. Namun lembaga ini kehilangan taringnya. Ia ciut ketika harus mengusut kasus yang melibatkan kroni Soeharto.?? TPK hanya mengusut kasus korupsi receh.

Pembiaran terhadap kasus korupsi besar menuai protes dari mahasiswa dan masyarakat. TPK dibubarkan.? ?Setelah itu, Soeharto membentuk Komite Empat. Isinya orang orang yang dikenal bersih seperti Profesor Johannes, IJ Kasimo, Mr Wilopo, dan A Tjokroaminoto. ??Komite itu menemukan korupsi dalam Departemen Agama, Bulog, Telkom, hingga Pertamina. Namun, pemerintah mengabaikan temuan ini.

??Tercatat, di era Orde Baru setidaknya ada enam peraturan seputar korupsi dan gratifikasi. Ada pula tiga lembaga antikorupsi yang didirikan. Namun seperti kita semua ketahui, korupsi justru merajalela di era itu. Semangat pemberantasankorupsisudah muncul di masa masa awal kelahiran negara ini. Sejumlah aturan hukum diterbitkan; sejumlah lembaga pun didirikan. Tapi, perkara korupsi tak kunjung selesai.

Di era Orde Baru, Soeharto juga membentuk lembaga pemberantasan korupsi namun ia sendiri terjungkal karena korupsi. Setelah era Soeharto, semangat pemberantasan korupsi memasuki babak baru di era BJHabibie. Orde Reformasi membawa banyak perubahan. Kendati hanya jadi presiden selama 1 tahun 5 bulan, Habibie adalah sosok yang berperan penting dalam upaya pemberantasan korupsi.

Di era Habibie, di tengah desakan arus reformasi, terbitlah Undang undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PidanaKorupsi. Undang undang itu yang kelak menjadi jalan pembuka bagi lahirnyaKPK. Pasal 43 UU tersebut mengamanatkan dibentuknya Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, maksimal dua tahun sejak UU berlaku. Habibie juga membentuk Komisi Pengawas Kekayaan Pejabat Negara (KPKPN). Ancaman mengumumkan pejabat yang enggan melaporkan kekayaannya cukup efektif membuat ribuan pejabat melapor.

Kelak ketika KPK lahir, fungsi pengawasan KPKPN dilebur ke KPK. Dalam kolomnya di Harian Kompas pada 14 Desember 2002, ahli hukum tata negara Saldi Isra menduga KPKPN akhirnya dibubarkan karena meminta pelaporan kekayaan anggota DPR. Selain itu, KPKPN juga menyenggol para pejabat tinggi negara. Salah satunya MA Rahman, Jaksa Agung kala itu yang tidak melaporkan rumahnya di Cinere beserta deposito Rp 800 juta. Di era Presiden Abdurrahman Wahid, kembali dibentuk lembaga antirasuah Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK).

Sayangnya, lembaga yang berada di bawah Kejaksaan Agung itu melempem ketika berhadapan dengan kasus kasus besar seperti Texmaco dan BLBI. TGPTPK bubar pada 2001. Setelah Abdurrahman Wahid lengser dan digantikan Megawati Soekarnoputri, terbit Undang Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang undang itu melandasi lahirnya KPK pada 2003. Revisi UU KPK yang kini dikritik keras lantaran dianggap sebagai upaya pelemahan KPK, bukan yang pertama.

Sejak pertama berdiri hingga kini, KPK terus ditelikung dari berbagai sisi. Di periode pertama di bawah pimpinan Taufiequrachman Ruki (2003 2007), KPK sempat melawan judicial review pasal penyadapan dari anggota KPU Mulyana W Kusumah. Mulyana adalah tangkapan (OTT) KPK angkatan awal. Ia divonis 15 bulan penjara karena menyiap anggota BPK senilai Rp 150 juta dalam audit pengadaan kotak suara Pemilu 2004.

Kemudian di era Antasari Azhar (2007 2009), selain kasus pembunuhan yang memenjarakan Antasari Azhar sendiri, ada kriminalisasi dua pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Di era ini, Kepala Bareskrim Polri Jenderal Susno Duadji menyerang KPK karena disadap. Pertarungan KPK dengan Polri ini kemudian dikenal sebagai "Cicak vs. Buaya". Di legislatif, Ketua DPR kala itu, Marzuki Alie, berkali kali mengusulkan KPK dibubarkan dan merevisi UU KPK.

Sementara di pihak eksekutif, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah mengingatkan KPK saat menyebutnya sebagai lembaga superbody yang berbahaya. Menurut SBY, kekuasaan KPK terlalu besar tanpa kontrol memadai. Besan SBY, Aulia Pohan ditangkap di era yang sama. Kemudian di era Abraham Samad (2011 2015), KPK kembali mendapat serangan dari eksekutif dan legislatif. Muncul wacana revisi UU KPK dengan substansi menyunat kewenangan lembaga itu.

Di DPR, Komisi Hukum menahan proyek gedung KPK. Padahal gedung yang mereka tempati sudah tak memadai lagi. Dari Polri, penyidik senior KPK Novel Baswedan ditersangkakan oleh Polda Bengkulu. Di era yang sama, Mabes Polri menarik penyidiknya sehingga jumlah penyidik tinggal 62. Padahal, ada puluhan kasus yang sedang ditangani. Di antaranya rekening gendut perwira Polri, bailout Century, dan kasus STNK/plat nomor.

Di era Agus Raharjo yang dimulai sejak 2015, penyidik Novel Baswedan disiram air keras hingga membutakan sebelah matanya. Upaya mengebiri KPK juga tak kunjung padam kendati dukungan masyarakat untuk KPK mengalir deras. Pada 2016 dan 2017, DPR menyepakati RUU KPK masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas). DPR juga membentuk pansus hak angket KPK.

Melihat sejarah yang panjang, semangat pemberantasan korupsi sudah berkali kali mati dibunuh di negeri ini. Bahkan, di era Soekarno ia dibunuh begitu dini, tiga bulan sejak berdiri. Kini, revisi UU KPK kembali digulirkan. Di legislatif, baik oposisi maupun partai pemerintah yang sama sama mendukung RUU KPK. Upaya KPK seolah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo. Surat persetujuan dari Jokowi untuk membahas RUU KPK dinilai dibuat terburu buru.

Selain itu, KPK tak dilibatkan dalam penyusunan draf RUU KPK. Pembahasan juga digelar tertutup. Belum lagi seleksi calon pimpinan KPK yang disinyalir meloloskan nama nama bermasalah. Terpilihnya pimpinan baru membuat para pimpinan KPK mundur.

Saut Situmorang sudah melepas jabatannya. Disusul Agus Rahardjo dan Laode M Syarif yang menyatakan menyerahkan mandat pengelolaan KPK ke Presiden Jokowi. Akankah KPK selamat dari "serangan" kali ini? Ataukah harapan akan perlawanan terhadap korupsi akhirnya habis, mati? (Kompas.com/Nibras Nada Nailufar/Heru Margianto)