Malah Ditolak Secara Kasar VIRAL Curhat Seorang Guru yang Beri Hadiah Natal buat Murid-muridnya

Malah Ditolak Secara Kasar VIRAL Curhat Seorang Guru yang Beri Hadiah Natal buat Murid-muridnya

Momen Hari Natal adalah saat yang dinantikan oleh umat Nasrani. Selain beribadah, di momen spesial itu mereka biasanya bertukar hadiah dengan keluarga, teman teman, dan orang terkasih. Baru baru ini di Filipina seorang guru menyiapkan hadiah kecil untuk para muridnya.

Dilansir The Summit Express , guru itu bernama Kathlene Jane Mendoza. Kathlene dengan senang hati membuat gantungan kunci sebagai tanda cinta untuk semua muridnya. Ia sangat bersemangat dan berharap jika hadiah kecilnya itu akan disukai oleh murid murid.

Hadiah yang telah disiapkan Kathlene berupa gantungan kunci berbentuk kotak. Tiap tiap gantungan kunci dilengkapi foto kebersamaannya dengan murid murid. Namun semua kebahagiaan Kathlene mendadak musnah saat membagikannya ke murid muridnya.

Bukannya berterima kasih, mereka justru terlihat kecewa. Saya menyiapkan gantungan kunci ini dua minggu sebelum Pesta Natal. Saya ingin memberi mereka hadiah sebagai tanda cinta saya kepada mereka.

Teman saya membuat gantungan kunci ini untuk saya. Meski temanku tak setuju, namun aku masih ingin memberikannya (kepada murid murid) ," tulis Kathlene melalui akun Facebooknya pada Selasa (17/12/2019). Tepat saat perayaan Natal di sekolah tempatnya mengajar, ia membagikan gantungan kunci itu.

Menyedihkan, ternyata hanya beberapa dari mereka yang mengucapkan terima kasih. Sampai pesta Natal datang, saya memberi mereka gantungan kunci satu per satu. Beberapa orang berkata terima kasih ," lanjut Kathlene. Kesedihannya tak berhenti sampai disitu.

Yang paling menyakitkan untuk Kathlene adalah ketika mereka meremehkan pemberiannya itu. Tahukah kamu apa hal paling tak terlupakan yang pernah mereka katakan? 'Apakah ini hadiahnya? Kami juga bisa membeli ini ',” lanjut Kathlene. Seketika hatinya hancur.

Kathlene mengaku tersinggung kala mendengar ucapan itu. Meskipun hadiahnya sederhana, ia berharap murid muridnya bisa menerima dengan senang hati. Bagaimana bisa mereka menolak hadiah yang telah disiapkannya dengan penuh cinta secara?

Meski perlakuan mereka telah membuat Kathlene sakit hati, ia tak mau sepenuhnya menyalahkan para murid muridnya. Kathlene mengatakan pada dirinya sendiri, mungkin ia terlalu berharap banyak. “ Dan kemudian saya menyadari, tidak peduli apa yang Anda lakukan untuk mereka, jika mereka pikir itu tidak cukup, itu tidak akan pernah cukup.

Kamu tahu apa yang lucu? Saya benar benar berharap bahwa mereka akan menghargainya tetapi ternyata tidak ," lanjut tulisan Kathlene. Setelah unggahannya itu viral, banyak warganet yang memberikannya dukungan. Mereka menyemangati Kathlene agar tidak berkecil hati.

Sebagian warganet yang pernah merasakan kisah serupa juga membagikan kisah yang mereka alami.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )