Langkah Sigap Pemerintah China 259 Orang Meninggal UPDATE Jumlah Kasus & Korban Virus Corona

Langkah Sigap Pemerintah China 259 Orang Meninggal UPDATE Jumlah Kasus & Korban Virus Corona

Update terkini jumlah kasus dan korban meninggal karena virus Corona, 259 orang meninggal,ini langkah sigap pemerintah China. Virus Corona semakin menyebar luas ke berbagai negara di dunia. Virus ini diketahui berawal dari pasar Huanan yang terletak di Wuhan, China.

Tak butuh waktu lama, virus Corona pun langsung menyebar ke sejumlah negara. Kasus virus Corona yang terjadi di China pun semakin hari semakin bertambah. Seperti dilansir dari CNN, kasus virus Corona sendiri disebut telah melampaui kasus SARS pada tahun 2003 lalu.

Wabah SARS diketahui telah menginfeksi5.327 orang dan menyebabkan349orang meninggal. Sedangkan, kasus virus Corona di seluruh dunia telah meningkat hingga11.943 kasus. Di China sendiri, jumlah kasus virus Coronabertambah menjadi 11.791 orang terjangkit.

Komisi Kesehatan Nasional di Beijing mengkonfirmasi bahwa 11.791 kasus tersebut terjadi di 31 provinsi, kota, dan daerah otonom di China. Selain itu, baru baru ini dilaporkan45 orang meninggal akibatvirus Coronadan 1.347 kasus baru yang dikonfirmasi di hari yang sama, Sabtu (1/2/2020). Jumlah korban meninggal dan kasus Corona tersebut merupakan rekor tertinggi dalam sehari.

Dari kematian yang baru saja dilaporkan di Hubei, 33 diantaranya ada di Wuhan, kota di mana kasus pertama virus Corona diidentifikasi. Pemerintah kota Xinyu, provinsi Jiangxi melaporkan ada 17 kasus yang dikonfirmasi di kota itu dan 15 pasien terinfeksi oleh satu orang. Sementara itu, Pemerintah Beijing telah mengirim lebih dari 7.000 pekerja medis ke provinsi Hubei untuk membantu menangani para pasien.

Dua rumah sakit yakni Huoshenshan dan Leishenshan diketahui tengah dibangun di Wuhan dan diperkirakan akan selesai minggu depan. Mereka akan menambah 2.300 tempat tidur untuk mengatasi kekurangan tempat tidurdi rumah sakit yang lain. Meningkatnya kasus virus Corona membuat pihak imigrasi di berbagai negara memutuskan untuk melarang orang datang dari China masuk ke negara mereka.

Pemerintah Amerika Serikat belum lama ini mengumumkan bahwa mereka akan menolak masuknya orang asing dari daratan China untuk mencegah penyebaran virus Corona. Dilansir oleh CCN, para ilmuwan yang meneliti keadaan telah mengidentifikasi dua kemungkinan penyebab utama. Satu, konsumsi satwa liar seperti kelelawar di .

Dua, potensi kebocoran virus di pusat laboratorium virologi di Wuhan. Para ilmuwan tersebut yang dilansir oleh Business Insider, Mers, , dan disebabkan oleh kelelawar. Ketika wabah pertama kali dipublikasikan, para ilmuwan berteori bahwa Coronavirus kemungkinan menyebar dari kelelawar lalu ular, dan akhirnya ke manusia.

Wildlife Conservation Society mengatakan pada (23/1/2020) bahwa perdagangan hewan liar yang tidak diatur membuat daerah rentan terhadap penyebaran virus. Wang Mengyun, seorang selebriti Tiongkok, meminta maaf setelah video tentang dia makan kelelawar goreng pada tahun 2017 viral kembali. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa virus corona kemungkinan telah menyebar ketika kelelawar yang masih hidup di jual di pasar hewan.

Jurnal Virologi Medis juga mengatakan bahwa ular yang sudah mengidap kemungkinan telah menyebabkan penularan lintas spesies dari ular ke manusia. Dalam jurnal tersebut, ilmuwan menuliskan: "Temuan menunjukkan bahwa ular adalah reservoir hewan satwa liar yang paling memungkinkan untuk 2019 nCoV (virus corona) berdasarkan bias RSCU yang menyerupai ular dibandingkan dengan hewan lain."

"Secara bersama sama, hasil kami menunjukkan bahwa rekombinasi homolog dalam lonjakan glikoprotein dapat berkontribusi pada transmisi lintas spesies dari ular ke manusia." Ilmuwan pun yakin bahwa semua berawal dari kelelawar, ular, atau keduanya yang menyebabkan virus corona tumpah di pasar hewan di Wuhan dan daerah lain di China. Pada tahun 2017 telah mendirikan satu Laboratorium Keamanan Hayati Nasional di untuk mempelajari virus dan patogen terkuat di dunia.

Pada saat itu, ahli biologi molekuler Rutgers University yang bermarkas di New Jersey, Richard Bright, mengatakan bahwa banyak hal yang bisa salah dengan laboratorium tersebut, lansir CCN. Dia mengatakan bahwa ketika menguji patogen pada hewan seperti monyet, ada kemungkinan virus tersebut bisa bocor melalui berbagai cara. "Fasilitas fasilitas ini secara inheren digunakan ganda," kata Ebright, mencatat bahwa monyet yang sedang diuji dapat menunjukkan perilaku yang tidak stabil."

"Mereka bisa berlari, mereka bisa menggaruk, mereka bisa menggigit." Berdasarkan perkembangan virus dan studi yang telah muncul dalam beberapa minggu terakhir, penularan lintas spesies dari kelelawar atau ular ke manusia lebih mungkin menjadi penyebab menyebarnya virus corona daripada kemungkinan kebocoran fasilitas.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )