Inilah Tanda-tanda Tidur Potensi Serangan Jantung & Berisiko Maut Sesak Nafas Hingga Mendengkur

Inilah Tanda-tanda Tidur Potensi Serangan Jantung & Berisiko Maut Sesak Nafas Hingga Mendengkur

Serangan jantung bisa terjadi ketika tidur, waspadai beberapa gejala serangan jantung saat tidur berikut ini. Semua bersedih dengan meninggalnya suami dari penyanyi dan aktris Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair yang tutup usia pada hari Selasa (18/02/2020) lalu. Meninggalnya Ashraf Sinclair tentu saja sangat membuat kaget keluarga dan rekan, terutama Istrinya, Bunga Citra Lestari.

Manajer BCL, Doddy mengungkapkan bahwa selama ini Ashraf tidak memiliki riwayat penyakit parah atau penyakit jantung. "Enggak, dia sehat banget. Dia paling sehat," ujar Doddy. Ashraf juga dikenal dengan orang yang hidup sehat dan sering berolahraga.

Ashraf meninggal pada umur yang masih cukup muda, yaitu 40 tahun. Serangan jantung memang menjadi salah satu penyebab kematian mendadak yang sering terjadi. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah yang membawa oksigen ke jantung terhambat karena tersumbatnya pembuluh darah.

Akibatnya, jantung tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah. Kemudian, kondisi ini akan menyebabkan otot jantung rusak dan jantung berhenti bekerja. Hal ini bisa terjadi kapan saja, dan menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia, termasuk Indonesia.

Serangan jantung bisa terjadi pada seseorang yang sedang tidur. Beberapa gejala biasanya muncul jika seseorang berisiko terkena serangan jantung ketika tidur. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah berbagai gejala serangan jantung saat tidur.

MEndengkur saat tidur bisa menjadi salah satu tanda jika seseorang berisiko terkena serangan jantung ketika tidur. Silansir dari Express, mendengkur terjadi karena lidah tidak mendapatkan cukup ruang di bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini bisa juga menyebabkan sleep apnea atau henti napas saat tidur.

Tubuh memiliki berbagai senyawa kimia otak yang bertugas untuk memicu pernapasan. Tetapi ketika tidur, seringkali hormon ini gagal melakukan tugasnya dan menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Saat tubuh kekurangan oksigen maka hormon penyebab tekanan darah tinggi seperti kortisol dan adrenalin dilepaskan oleh tubuh.

Hal ini menyebabkan detak jantung tidak stabil dan meningkatkan risiko serangan jantung saat tidur. Gejala serangan jantung saat tidur bisa muncul dengan rasa nyeri yang berasal dari dada dan menjalar hingga ke lengan. Hal ini akan menyebabkan perasaan tidak nyaman di lengan.

Menurut American Heart Association, rasa sakit juga bisa dirasakan menjalar ke area leher, punggung, perut dan rahang. Serangan jantung saat tidur bisa juga ditandai dengan dada yang sesak dan sulit untuk bernapas. Sesak napas ini biasanya terjadi selama beberapa menit saja kemudian hilang dengan sendirinya.

Selain itu, sesak napas biasanya disertai dengan demam dan berkeringat dingin. Gejala sesak napas karena serangan jantung ini seringkali diabaikan karena memiliki gejala yang mirip dengan masuk angin. Menurut Jurnal Harvard Medical School, serangan jantung saat tidur juga ditandai dengan rasa tidak nyaman pada bagian tengah dada yang berlangsung selama beberapa menit

Biasanya setelah beberapa menit, perasaan tidak nyaman ini akan hilang dengan sendirinya kemudian muncul kembali. Rasa tidak nyaman di dada ini terasa seperti tertekan, diremas atau sakit Jika mengalami berbagai gejala diatas, lebih baik menghubungi dokter untuk memastikan penyebab pasti gejala gejala tersebut.

Selain itu, penanganan yang tepat juga perlu dilakukan untuk menghindari risiko yang lebih serius.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )