hingga Tempat Fitnes di Jakarta Diskotek Spa Satpol PP DKI Tutup Panti Pijat Cegah Corona

hingga Tempat Fitnes di Jakarta Diskotek Spa Satpol PP DKI Tutup Panti Pijat Cegah Corona

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja menutup sejumlah di Ibu Kota. Hal ini bertujuan (Covid 19). Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, menyatakan pihaknya telah menutup sejak kemarin, (23/3/2020).

Di antaranya tempat karaoke, spa, panti pijat, fitnes, biliar, boling, dan lainnya. "Di surat edaran Dinas Pariwisata DKI, mulai panti pijat, karaoke keluarga atau komersil," kata Arifin, saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2020). "Selanjutnya ada tempat biliar, boling, spa, bioskop, dan tempat bermain anak. Pokoknya yang jadi tempat berkumpul banyak orang," tambahnya.

Satu di antara yang ditutup di wilayah Jakarta Pusat, yakni karaoke dan spa hotel Emporium. Arifin menyatakan, penutupan tersebut tepatnya dilakukan sejak kemarin (23/3/2020) hingga (5/4/2020). "Tempat itu ditutup sejak kemarin sampai 5 April 2020," kata Arifin.

Selama penutupan, lanjutnya, pihak Satpol PP terus memantau tersebut. "Tentu, kami mulai hari ini terus melakukan pengawasan dan pemantauan sampai tanggal yang ditentukan," jelas Arifin. Arifin melanjutkan, penutupan tersebut dilakukan sesuai instruksi , guna melawan virus corona (Covid 19).

"Iya benar, kemarin kami dari pihak Satpol PP DKI melaksanakan instruksi Gubernur DKI untuk menutup di hotel Emporium," kata Arifin. Dia melanjutkan, penutupan tersebut berjalan lancar. Pihak hotel Emporium, sambungnya, kooperatif dan tak memberi perlawanan.

"Lancar semuanya, mereka (pihak hotel Emporium) kooperatif. Tidak ada perlawanan," tutup Arifin. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan baru demi memutus mata rantai penyebaran virus corona atau . Mulai Senin (23/3/2020) mendatang, orang nomor satu di DKI ini bakal menutup seluruh malam di Jakarta.

"Kita akan mengurangi kegiatan hiburan, mulai hari Senin yang akan datang," ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/3/2020). Anies menyebut, kebijakan ini merupakan kelanjutan dari penutupan destinasi wisata milik Pemprov DKI yang sebelumnya telah diberlakukan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun berharap, seluruh pelaku usaha hiburan dapat mematuhi kebijakan ini demi menekan penyebaran virus corona yang semakin meluas.

"Kami mengharapkan kepada dunia usaha untuk bersama sama, karena kalau dikerjakan oleh sebagian dan sebagian lain memilih berinteraksi maka penyebaran itu berjalan terus," tegas dia. Kebijakan ini dituangkan dalam surat edaran Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) DKI Nomor 160/SE/2020 tentang Penutupan Sementara Kegiatan Operasional Industri Pariwisata Dalam Upaya Kewaspadaan Terhadap Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid 19). Kadisparekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, penutupan sementara ini bakal dilakukan selama dua pekan hingga 5 April 2020 mendatang.

"Mengingat penyebaran corona virus yang makin mengkhawatirkan kami akan melakukan penutupan sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi selama dua pekan terhitung 23 Maret hingga 5 April 2020," kata Cucu. Iamenyebut ada beberapa jenis usaha pariwisata, termasuk malam yang bakal ditutup selama dua pekan ke depan. Berikut daftar usaha pariwisata yang bakal ditutup selama dua pekan ke depan :

1. Klub Malam 2. Diskotek 3. Pub/Musik Hidup 4. Karaoke Keluarga 5. Karaoke Executive 6. Bar/Rumah Minum 7. Griya Pijat 8. Spa 9. Bioskop 10. Bola Gelinding 11. Bola Sodok 12. Mandi Uap 13. Seluncur 14. Aneka permainan ketangkasan manual, mekanik dan/atau elektronik untuk orang dewasa. "Kami juga turut mengimbau kepada penyelenggara kegiatan MICE, hotel, dan balai pertemuan untuk menunda penyelenggaraan kegiatan atau event sampai batas waktu yang ditentukan," tuturnya.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )